Join giveaway lagi~ :DD
hadiahnya cute-cute banget dari sis Lulu ini O.O
Necklace, Prada mini size Parfume + Jepit rambut handmade, sama Fimo Stick~
berminat? klik DISINI
Sabtu, 17 Maret 2012
Joining My Lovely Sister Giveaway~
Coba join giveaway dari my-lovely-sister.blogspot.com
My Lovely Sister ini salah satu blog yg sering banget aku buka hehe :D
ini dia hadiahnyaaa!
1.Etude Aloha Henna Fix Proof 10 Mascara Henna Super Fix Eyes (#2 Long Lash)
2.Etude Miss Tangerine Sweet Showing Lips no.1
3.Baviphat Juicy Mask (Avocado + Strawberry)
I hope I can get the lipstick hehe :D
mau ikut juga? klik DISINI
My Lovely Sister ini salah satu blog yg sering banget aku buka hehe :D
ini dia hadiahnyaaa!
1.Etude Aloha Henna Fix Proof 10 Mascara Henna Super Fix Eyes (#2 Long Lash)
2.Etude Miss Tangerine Sweet Showing Lips no.1
3.Baviphat Juicy Mask (Avocado + Strawberry)
I hope I can get the lipstick hehe :D
mau ikut juga? klik DISINI
The Indigo and The Fox
Sarah~Len Proudly Present
A Naruto Fanfiction
The Indigo and The Fox
Disclaimer : Naruto - Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Romance, School
~Enjoy~
Kelas IX C. Seorang gadis berambut indigo panjang yang duduk di bangku paling pojok terlihat muram. Tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu. Apa itu? Dia memikirkan nasibnya di sekolah ini setahun kedepan. Bagaimana dia bisa mencari teman? Temannya sedikit sekali sewaktu kelas VIII, bisa dihitung dengan jari. Nah masalahnya sekarang, tidak salah satupun dari temannya itu sekelas dengannya. Dia hanya bisa menghela nafas saat ibu guru menyuruh mereka memperkenalkan diri di depan. Bisa dipastikan, tak ada satupun anak di kelas ini akan memperhatikan ketika dia berbicara nanti.
“Hyuuga Hinata! Perkenalkan dirimu!” teriak bu guru dari depan kelas. Hinata yang sedang melamun terhenyak kaget. Kakinya hampir terbentur meja ketika dia berdiri. Dengan gugup, dia maju ke depan kelas. “Moshi moshi… Wa-watashi wa, Hyuuga Hinata des-su…” katanya tergagap. Inilah salah satu kelemahannya. Dia akan tergagap bila berbicara di depan orang banyak. Didepan kelas saja sudah begini, bagaimana di depan satu sekolah? Bisa pingsan di tempat dia.
“Nah, miss Hyuuga, ceritakan lebih banyak tentang dirimu.” kata bu guru sedikit keras, bermaksud untuk menarik perhatian ke-25 anak yang ada di dalam kelas. Maklum saja, mereka sudah sibuk dengan urusan mereka masing-masing, tak menghiraukan nona Hyuuga yang sedang berdiri dengan sekuat tenaga di depan kelas. Persis seperti yang telah diperkirakan sebelumnya bukan?
“A-aku suka membaca buku, terutam-ma fiksi, la-lalu, a-aku juga suka m-menyanyi, ru-rumahku di jalan B-blue Sapphire… ng, cukup bu?” kata Hinata pelan. Hinata melihat ke seluruh penjuru kelas, lalu tersenyum kecut. Tak satupun dari mereka memperhatikan hinata sekarang. Mereka semua sibuk berkenalan satu sama lain, ada yang memainkan Blackberry-nya, lalu ada yang mendengarkan musik keras-keras dari iPod-nya.
Tapi, ketika mata Hinata tiba di tengah-tengah kelas, dia terkejut melihat seorang lelaki memperhatikannya. Lelaki itu berkulit tan dan memiliki rambut pirang yang mencuat ke atas. Cukup tampan, menurut penilaian Hinata. Mereka terus bertatapan sampai lelaki itu menaikkan sebelah alisnya, mungkin heran melihat Hinata yang terus menatapnya. Ekspresi lelaki itu membuat Hinata memalingkan pandangan matanya.
“Yak, miss Hyuuga, kau bisa kembali ke tempatmu sekarang.” kata bu guru sambil melihat Hinata. Hinata lalu mengangguk dan kembali ke tempat duduknya. Ketika melewati lelaki itu, Hinata melihatnya sekilas, dan mendapati lelaki itu sedang tersenyum kepadanya. Hinata langsung merona dan sedikit berlari menuju tempat duduknya. Baru kali ini, ada yang tersenyum padanya seperti tadi.
--oooOOOooo--
Bel istirahat berbunyi. Seisi kelas yang sunyi senyap karena diserang kantuk mendadak riuh. Mayoritas anak langsung keluar kelas, entah untuk ke kafetaria, bermain sepakbola, atau malah mendatangi pacar mereka. Sementara minoritas, berada di dalam kelas, entah untuk memakan bekal yang dibawa dari rumah atau karena memang tidak punya uang. Minoritas itu adalah, tokoh utama kita, nona Hyuuga, dan tebak siapa? Lelaki berkulit tan itu! Hinata yang membawa makanan dari rumah, mengeluarkan bekalnya yang berupa salad caesar, dan memakannya sendirian.
Tentu saja dimakan sendirian, memangnya mau dibagi ke siapa? Teman sebangku saja tidak punya. Jumlah murid yang ganjil dengan 13 perempuan dan 12 lelaki mengharuskan Hinata untuk duduk sendiri. Dia memakan bekalnya perlahan, mengikuti petunjuk ibunya yang sudah ditanamkan sejak kecil. ‘kunyah dulu makananmu minimal 20 kali, baru telanlah’. Maka dari itu, Hinata lambat sekali jika makan.
Dia makan sambil melihat seisi kelas, dan kaget saat matanya menemukan seorang lelaki berambut pirang menuju ke arahnya. Dengan sekuat tenaga, dia mempertahankan kesadarannya saat lelaki itu duduk di sebelahnya.
“Halo Hinata-chan! Aku Uzumaki Naruto!” kata lelaki itu sambil menjulurkan tangannya ke Hinata dan tersenyum simpul. Hinata ragu sejenak, lalu mengulurkan tangan pucatnya untuk membalas jabatan Naruto. “A-aku Hyuuga Hinata…” kata Hinata pelan, sambil berusaha menyembunyikan wajahnya yang pucat pasi.
Naruto menyalami Hinata hangat lalu meletakkan kepalanya ke sandaran kursi. “Aku sudah tahu namamu, kan tadi kita semua maju? Haha. Kenapa kau tidak ke kantin?” katanya sambil merunduk, mencoba melihat wajah Hinata yang sedari tadi disembunyikan dengan rambut panjangnya.
“A-aku tidak b-boleh ke k-kantin, m-makanannya kurang se-sehat untukku…” kata Hinata pelan. “Ooh, makanya kau membawa ini ya?” kata Naruto sambil menunjuk salad Hinata. Hinata hanya mengangguk sambil melanjutkan makannya.
“Aku sedikit kaget waktu ada anak yang singgah di dalam kelas, apalagi anak itu seorang tuan putri sepertimu. Kukira kau sama denganku, tidak punya uang untuk beli makanan. Ternyata bukan.” kata Naruto sambil terkekeh pelan.
“A-aku bukan tu-tuan putri…” kata Hinata menyangkal ucapan Naruto. Naruto hanya geleng-geleng kepala mendengar Hinata. “Jangan mengelak, Hinata-chan. Jalan Blue Sapphire itu tempat rumah-rumah bintang lima, bukan?” kata Naruto, membuat Hinata bungkam.
Hening sejenak, lalu Hinata memutuskan untuk bicara. “A-ano, Uzumaki-san—“ kata-kata Hinata tersendat karena Naruto menyelanya. “Panggil aku Naruto.” Katanya lembut. “B-baiklah… Naruto-kun, apa kau lapar? Aku bisa membagi makananku…” kata Hinata sambil menyodorkan kotak bekalnya, namun Naruto mendorongnya kembali. “Tidak usah, kau pasti lapar kan? Lagipula aku tidak akan kenyang walau makan berkotak-kotak sayur seperti itu.” katanya sambil tersenyum.
“A-apa Naruto-kun mau uang? Aku bisa memberi…” kata Hinata sambil mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu rupiah dari sakunya. Naruto menimbang-nimbang sejenak sebelum menerima uang itu. “Baiklah, aku ambil uangmu ya. Pasti akan aku balas suatu saat nanti.” kata Naruto sambil menunjukkan senyum lima jarinya. Dia menepuk pelan kepala Hinata, lalu berjalan pergi menuju kantin. Meninggalkan Hinata dengan wajah memerah sempurna.
--oooOOOooo--
Hinata terus memperhatikan Naruto sepanjang sisa pelajaran hari itu. Ternyata si jabrik itu gampang akrab pada siapa saja, termasuk para wanita. Naruto yang easy going, murah senyum, dan menyenangkan membuat mereka merasa nyaman berada di dekat Naruto, begitu pula Hinata. Meski Naruto memberikan perhatiannya pada semua orang, Hinata tetap merasa senang, karena ada yang memperhatikannya.
Namun entah mengapa, setiap Naruto ada di dekat Hinata, wajah Hinata terus merona. Mungkinkah ada sesuatu pada diri Hinata?
~(^w^~)(~^w^)~
Beberapa bulan berlalu sejak hari itu. Naruto dan Hinata makin akrab, namun sudah berpuluh-puluh kali Hinata merasa down. Kenapa? Karena si Uzumaki itu punya pacar. Haruno Sakura, gadis manis berambut merah muda itulah yang menjadi belahan jiwa sang Uzumaki.
Gadis manis nan baik hati ini primadona sekolah, dan punya suara emas. Berpuluh-puluh kali dia melihat mereka berduaan, baik itu di tempat sepi maupun di tempat umum sekalipun. Bahkan saat istirahat, didalam kelas, didepan mata Hinata sendiri. Berpuluh-puluh kali pula dia melihat si Haruno itu menyanyi untuk Naruto. Dan berpuluh-puluh kali Hinata merasakan belati menyayat hatinya.
Hinata tahu mengapa dirinya merasa seperti ini. Ini semua karena dia menyukai Naruto. Ya, seumur hidup dia tak pernah jatuh cinta, tapi saat jatuh cinta, si doi sudah ada yang punya. Mengapa Tuhan begitu tidak adil pada nona kita yang satu ini?
--oooOOOooo--
Hari itu hari kamis. Hari saat dia sudah mendapatkan nomor Naruto, dan hari saat perasaannya sudah tak kuat lagi menampung rasa suka ini. Saat dia mendengar kabar putusnya Naruto dan Sakura beberapa hari yang lalu, rasanya dia ingin meloncat-loncat sambil berteriak-teriak. Namun ketika Naruto bercerita padanya tentang mengapa dia putus, Hinata merasa down lagi. Dia menangis semalaman karena hal itu. Berlebihan memang, tapi Hinata tidak bisa melawan perasaannya sendiri.
Mereka berdua putus karena orang tua. Orang tua Sakura marah besar ketika mengetahui anaknya berpacaran, apalagi dengan Naruto yang bisa dibilang, miskin. Sakura yang nona besar dianggap sangat sangat tidak pantas berpacaran dengan Naruto. maka dari itu, demi kebaikan Sakura, mereka memutuskan untuk berpisah. Walau mereka masih saling menyayangi satu sama lain.
Hinata yang melihat Naruto down, mencoba menghibur Naruto. Hinata mengatakan kalau Naruto sudah melakukan hal yang benar. Hinata sadar, bahwa perbuatannya ini malah menghalanginya dekat dengan Naruto. Tapi, Hinata tidak tahan melihat Naruto yang terpuruk, duduk di kursi seharian sambil melamun. Setelah beberapa hari, akhirnya Naruto sudah pulih, dan kembali ceria seperti biasa.
Namun hari kamis ini, pukul 07:00 pm, setelah menghimpun seluruh tenaganya, Hinata mengirim pesan singkat pada Naruto. Hinata tidak tahu mengapa dia bisa seberani ini. Tapi saat keberanian datang padamu, mengapa tidak kau manfaatkan?
To : Uzumaki Naruto
07:03 pm, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Naruto-kun, ini aku Hinata…
Hinata menekan tombol send, lalu menunggu balasan sambil mendengarkan lagu. Tak lama, sebuah pesan masuk ke handphone Hinata.
From : Uzumaki Naruto
07:06 pm, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Ya? Ada apa Hinata-chan?
Hinata mengetik balasan sms itu dengan cepat, lalu menaruh handphone-nya dibawah bantal. Kebiasaan lamanya.
To : Uzumaki Naruto
07:08 pm, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Ano, Naruto-kun, apa aku boleh terus melihatmu?
Handphone Hinata bergetar. Hinata meraihnya dengan cepat, berpikir sebentar, lalu mengetik balasannya.
From : Uzumaki Naruto
07:10 pm, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Maksudmu? Tentu saja kau boleh melihatku. Mengapa tidak?
Sms Hinata untuk Naruto seperti ini :
To : Uzumaki Naruto
07:12 pm, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Apa Naruto-kun tidak tahu maksudku?
Maksudku adalah, aku ingin melihatmu terus, selamanya. Sampai akhir hidupku.
1 pesan masuk ke handphone Hinata. Dia membacanya, lalu tersenyum sebentar.
From : Uzumaki Naruto
07:15, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Apa ini pengakuan, Hinata-chan? :o
Hinata membalas sms Naruto dengan sedikit pelan, berharap ini akan segera selesai.
To : Uzumaki Naruto
07:17, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Menurutmu? J
Hanphone Hinata bergetar. Hinata ragu sejenak, namun dia harus membacanya. Sekarang sudah terlambat untuk mundur!
From : Uzumaki Naruto
07:19, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Benar ya?
Tapi maafkan aku ya Hinata-chan, aku tidak bisa membalas perasaanmu itu…
Kau tahu sendiri kan? Aku cuma sayang Saku…
Hinata tersenyum miris. Dia mengetik balasan sms untuk Naruto, lalu mematikan handphonenya. Dia tidak menangis, karena dia sudah tahu akan seperti ini. Dia hanya bisa diam, tidak memikirkan apa-apa. Walau dia sudah tahu, ini tetap saja sakit.
To : Uzumaki Naruto
07:21, Thursday, 10 November 2011
Subject : (none)
Iya, tidak apa-apa Naruto-kun, aku bisa mengerti…
Terimakasih ya, selama ini, aku sudah boleh melihatmu…
--oooOOOooo--
Besoknya, Hinata tahu ada yang berubah dari diri Naruto. Naruto menghindarinya. Dia sudah tidak menyapa Hinata seperti biasanya, tidak lagi menghampiri Hinata ketika istirahat, dan tidak pernah lagi melihat ke arahnya.
Hinata tahu, Naruto melakukan ini agar Hinata tak lagi berharap padanya. Karena bila Naruto terus bersikap baik pada Hinata, Hinata akan semakin berharap…
--oooOOOooo--
Hal itu berlanjut hingga mereka lulus. Saat seisi kelas saling mengucapkan salam perpisahan, Hinata menarik Naruto ke belakang kelas. Berani sekali Hinata? Mungkin dia berpikir, sebentar lagi mereka tidak akan pernah bertemu kembali. Tidak akan ada lagi kesempatan ini.
“Naruto-kun, a-aku ingin bicara…” kata Hinata pelan sambil merunduk. Dia mencengkram erat pergelangan tangan Naruto. Naruto heran melihat Hinata seberani ini. “Iya, Hinata… Tapi tak bisakah kau melepaskan cengkramanmu dulu? Sakit…” kata Naruto sambil memegang tangan Hinata. Hinata yang sadar bahwa cengkramannya menyakitkan, buru-buru menarik tangannya.
“Go-gomen, Naruto-kun…” kata Hinata lirih sekali, sampai-sampai Naruto harus mendekatkan telinganya pada Hinata. “Tak apa. Ada apa?” kata Naruto lembut, membuat Hinata terperangah. Sudah berbulan-bulan mereka tidak mengobrol akrab, tapi Naruto tetap selembut ini.
“Tolong, Naruto-kun, karena mungkin ini kesempatan terakhir kita bicara, tolong dengarkan perkataanku…” Hinata diam sebentar, memberi jeda pada kata-katanya. Kemudian, dia melanjutkan ucapannya.
“Naruto-kun, kau tahu kalau aku menyukaimu kan? Aku juga tahu, kau menghindariku beberapa bulan belakangan ini… Aku juga tahu, kalau aku mengganggu hidupmu, mengganggu hubunganmu dengan Haruno-san, dan menambah beban pikiranmu… Jadi, untuk terakhir kalinya, tolong, maafkan aku! Gomenasai, Naruto kun!” Hinata menatap mata Naruto, menunjukkan mata pucatnya yang mulai berkaca-kaca.
Ini adalah pertama kalinya Hinata tidak tergagap saat bicara. Naruto kaget melihat Hinata sangat berani, ditambah mata Hinata yang saat ini sudah berlinang air mata, membuat Naruto semakin merasa bersalah. Dia merengkuh pundak Hinata, lalu memeluknya. Hinata, yang tadi kuat-kuat menahan air matanya, sekarang terisak-isak di dada Naruto.
“Maaf, Hinata… Maafkan aku… Kukira, dengan menghindarimu, aku bisa mengurangi rasa sakitmu. Ternyata aku salah, kau malah tambah terluka… Maafkan aku, tapi aku tetap tidak bisa membalas perasaanmu… Mungkin hanya ini yang bisa kuperbuat…”
--oooOOOooo--
J’CO, 08:00 am, 3 September 2015
Seorang gadis berambut Indigo sebahu duduk disalah satu kursi, meminum kopinya perlahan dan mulai memakan sandwichnya. Sambil makan, dia ber-chatting dengan salah satu temannya. Setelah beberapa lama, dia bangkit dan melanjutkan aktifitasnya.
Indigo Hyuuga : Lama tak bertemu, Naruto-kun? Bagaimana kabarmu?
Blonde Fox : Kabarku bagus! Kamu?
Indigo Hyuuga : Aku juga baik J Bagaimana hubunganmu dengan Haruno-san?
Blonde Fox : Lancaar! Kami baru saja bertunangan satu minggu yang laluu J
Indigo Hyuuga : Benarkah? Wah, selamat ya! Aku tunggu undangan pernikahannya.
Blonde Fox : Do’akan ya! Eh, aku ada kuliah, sudah dulu ya! Jaa J
Indigo Hyuuga : Jaa!
Gadis Indigo itu percaya, suatu hari, dia akan menemukan cintanya yang baru…
---oooOOOooo--
Sarah Len © 2011
2011? Iya cerita ini aku buat tahun 2011, tapi baru sempet dipost sekarangg hehe :D
So what's your comment about this fiction?
Leave a comment please :)
Joining Xiao Vee Giveaway~
Coba-coba join giveaway~ mudah-mudahan bisa menang :)))
ini dia hadiahnyaaaa~
1. Etude House Moistfull Collagen Smoothing Ampule Primer (8g)
2. Etude House Dress Room Body Lotion & Body Wash ~Sweet Look travel kit~ (30ml/each)
3. Etude House Moistfull Aloe Soothing Cream (sample)
4. Etude House Precious Mineral BB cream all day strong (sample) - you can choose shade in #01 or #02
5. Skinfood Citron Scalp Care Conditioner (sample)
6. Skinfood Quinoa Rich Body Wash (sample)
7. Skinfood Omija Whitening Emulsion (sample)
8. Skinfood Tomato Wrinkle Sun cream SPF36 (sample)
9. Skinfood Gold Kiwi Gift Set (emulsion + toner)
aku pingin Etude House Precious Mineral BB cream all day strong >,<
yang mau ikut , klik DISINI
ini dia hadiahnyaaaa~
1. Etude House Moistfull Collagen Smoothing Ampule Primer (8g)
2. Etude House Dress Room Body Lotion & Body Wash ~Sweet Look travel kit~ (30ml/each)
3. Etude House Moistfull Aloe Soothing Cream (sample)
4. Etude House Precious Mineral BB cream all day strong (sample) - you can choose shade in #01 or #02
5. Skinfood Citron Scalp Care Conditioner (sample)
6. Skinfood Quinoa Rich Body Wash (sample)
7. Skinfood Omija Whitening Emulsion (sample)
8. Skinfood Tomato Wrinkle Sun cream SPF36 (sample)
9. Skinfood Gold Kiwi Gift Set (emulsion + toner)
aku pingin Etude House Precious Mineral BB cream all day strong >,<
yang mau ikut , klik DISINI
Langganan:
Komentar (Atom)



